Chaerul, Pencipta Pesawat Rakitan Berbahan Rongsokan

Sosok inspiratif terkadang juga terinspirasi dari sosok  inspiratif lainnya. Seperti Chaerul, pria kelahiran Pinrang ini yang sukses membuat pesawat terbang sederhana. Pencapaiannya ini terinspirasi dari sosok B.J. Habibi yang juga sebagai pembuat pesawat. Keberhasilannya ini layak mendapat penghargaan dari Asuransi Syariah Indonesia.

Sosok Chaerul di Mata Keluarga dan Warga

Chaerul, salah satu warga yang tinggal di Kelurahan Pallameang, Kecamatan Matiro Sompe, Kabupaten Pinrang. Berumur 33 tahun dan anak dari Bapak Mappabenga berusia 62 tahun yang merasa bangga atas pencapaian anaknya. Chaerul telah berkeluarga dan memiliki dua orang anak. Pekerjaan setiap harinya sebagai montir di bengkel warisan bapaknya.

Ia dikenal sosok  yang santun dan supel terhadap sesama. Bahkan, ia  selalu merasa canggung saat bertemu dengan pejabat. Mulai dari seorang Camat, ia dan keluarganya merasa canggung dan malu-malu jika bertemu dengannya.  Namun karena hasil yang dicapainya kini, ia beserta keluarganya tak canggung lagi bertemu dengan pejabat.

Chaerul di mata ayahnya merupakan sosok yang rajin dan suka membantu. Ia mulai membantu pekerjaan ayahnya di bengkel sejak berumur 3 tahun. Usia dini yang sudah terlihat dari sikapnya yang selalu ingin membuat sesuatu yang inovatif. Ayahnya juga mengatakan jika Chaerul di umur yang masih kecil selalu membuat sesuatu hal yang berbeda.

Meski dapat merakit pesawat, Chaerul tak lulus saat menempuh pendidikan sekolah dasar. Ia hanya bersekolah hingga kelas 5 SD. Setidaknya itu membantunya baca tulis hingga belajar dari YouTube. Namun, tetap saja perkembangan zaman mengharuskannya untuk terus belajar agar tak ketinggalan.

Perjuangan Merakit Pesawat Berbahan Rongsokan

Jangankan sekolah penerbangan, sekolah dasar pun tak tamat. Salah satu yang menyulitkan Chaerul dalam pembuatan pesawat. Namun tak membuatnya pantang menyerah. Ia memanfaatkan media sosial YouTube untuk membantunya merakit. Channel-channel YouTube yang berasal dari luar negeri tentu berbahasa Inggris dan mengharuskan ia paham agar dapat mengikuti arahan dengan baik.

Rintangan lainnya yaitu cedera saat uji coba menerbangkan pesawat. Pesawat yang dibuatnya tak bisa langsung terbang, berkali-kali ia mencoba. Hingga banyak ditertawakan warganya karena pesawatnya yang gagal terbang. Namun pada uji coba kelima, akhirnya tertawaan warga berubah menjadi tepuk tangan karena pesawat rakitan Chaerul berhasil mengudara.

Meski bahan yang digunakan untuk merakit mudah digunakan, namun biaya yang dikeluarkan cukup banyak untuk seorang montir seperti Chaerul. Ia mengeluarkan uang  senilai 30 juta untuk mendanai pesawat rakitannya. Hal ini sebenarnya masih tergolong murah untuk pembuatan pesawat rakitan. Dibantu kedua temannya, ia mulai merakit pesawatnya.

Barang-barang bekas seperti alumunium yang digunakan untuk bahan dari kerangka pesawatnya. Sebanyak 50 kg alumunium harus ia cari untuk membuat kerangkanya. Pesawat rakitannya terdiri dari sayap utama, sayap tegak serta sayap ekor, satu baling-baling kayu, dan tiga roda. Roda pacunya dibantu dengan mesin motor Kawasaki Ninja 150 cc.

Pengerjaan tersebut membutuhkan waktu dua bulan dengan dibantu beberapa temannya. Uji coba dilakukan tiga kali dan terjadi kerusakan parah serta cedera yang dialaminya. Hal ini karena uji coba yang gagal dan terjatuh, namun tetap pantang menyerah. Uji coba yang kelima berhasil terbang selama 1 menit 25 detik berjarak 300 meter.

Meski berhasil terbang, namun pendaratannya tidak mulus. Kurangnya pengetahuan saat pendaratan membuat badan pesawat rusak, namun tetap dilakukan perbaikan. Agar mampu mendarat dengan mulus, Chaerul diberikan kesempatan untuk belajar di PB Federasi Aero Sport Indonesia (FASI). Kesempatan yang diberikan oleh Fajar, mantan penerbang.

Prestasi yang diraih Chaerul ini sangat mengharukan dan sangat layak mendapat apresiasi dari asuransi syariah. Program #AwaliDenganKebaikan memberikan layanan untuk memberangkatkan umroh kepada sosok seperti Chaerul. Info lebih lengkapnya bisa dicek di laman www.allianz.co.id yang menawarkan berbagai produk asuransi syariah.

Produk yang menawarkan untuk berbagi kebaikan sesama secara tepat sasaran. Berbagi kebaikan bisa kapan saja dan dilakukan di mana saja. Awali kebaikan dengan hal yang sederhana seperti membantu sesama. Anda hanya perlu bergabung menceritakan sosok inspiratif, maka kebaikan akan menyebar ke berbagai hal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *