Perusahaan Sukanto Tanoto Dorong Sustainable Fashion Demi Masa Depan yang Lebih Baik

Sumber: greenearthcleaning.com

Royal Golden Eagle (RGE) yang didirikan oleh konglomerat Indonesia Sukanto Tanoto dikenal sebagai salah satu grup bisnis terbesar di tanah air. Unit bisnisnya mengular ke beberapa sektor industri dengan cakupan yang luas hingga ke pasar internasional. Meski dikenal sebagai grup bisnis besar, sang pendiri RGE selalu memegang prinsip keberlanjutan dalam menjalankan bisnisnya. Hal tersebut bisa ditemukan dalam berbagai unit bisnis yang berada di bawah payung RGE.

Dari beberapa unit bisnis Sukanto Tanoto, Sateri dan Asia Pacific Rayon (APR) adalah dua contoh produsen viscose rayon yang selalu mengedepankan keberlanjutan dalam berbisnis. Bahkan, produk yang dihasilkan yakni viscose rayon juga telah diakui sebagai alternatif bahan tekstil yang lebih ramah lingkungan, terlebih jika dibandingkan dengan kain sintetis yang kini banyak digunakan.

Viscose Rayon, Jawaban Perusahaan Sukanto Tanoto akan Bahan Tekstil Ramah Lingkungan

Saat ini, industri fashion tengah dilanda masalah yang cukup serius. Seiring dengan pertumbuhan kelas ekonomi menengah di seluruh dunia, kebutuhan akan produk fashion terus mengalami peningkatan. Hal tersebut memang berdampak positif pada perekonomian. Namun di sisi lain, tingginya permintaan juga turut mendorong produksi sampah pakaian.

Sampah pakaian yang dihasilkan sangatlah besar. Di seluruh dunia, sedikitnya ada 12 ton sampah yang dihasilkan setiap detiknya. Mirisnya lagi, sebagian besar sampah pakaian tersebut dibuat dari kain sintetis yang sulit terurai secara alami.

Dalam kondisi seperti ini, perusahaan Sukanto Tanoto menawarkan sebuah solusi. Alih-alih memanfaatkan kain sintetis yang sulit terurai, Sateri dan APR menawarkan viscose rayon sebagai solusi akan bahan tekstil yang lebih ramah lingkungan.

Potensi viscose rayon sebagai bahan tekstil masa depan dapat dilihat mulai dari karakteristiknya yang mudah terurai. Sifatnya yang mudah terurai ini tidak lepas dari bahan dasarnya yang terbuat dari serat kayu.

Sebagai bahan tekstil, viscose rayon juga memiliki apa yang dibutuhkan oleh para desainer pakaian dan pemakainya. Bahannya terasa sejuk saat dikenakan. Selain itu, bahan tekstil yang satu ini juga memiliki warna yang lebih cerah dan mudah dipadukan dengan bahan lain. Itulah kenapa viscose rayon semakin dilirik oleh desainer busana muslim Indonesia.

Promosi Viscose Rayon Sebagai Bahan Fashion Masa Depan

Viscose rayon memiliki potensi besar dalam industri. Meski demikian, pemanfaatannya masih sangat terbatas. Jika dibandingkan dengan kain sintetis, pakaian berbahan viscose rayon memang relatif lebih sedikit.

Popularitas viscose rayon sebagai bahan pakaian memang masih rendah. Untuk itulah, perusahaan Sukanto Tanoto begitu aktif dalam mempromosikannya. Salah satu cara yang ditempuh untuk memperkenalkannya adalah dengan ikut ambil bagian dalam sebuah ajang bertajuk Bali Fashion Trend yang diselenggarakan pada 7-9 November 2019 lalu.

Dalam ajang tersebut, Asia Pacific Rayon (APR) bekerja sama dengan desainer busana muslim asal Indonesia. Busana muslim dengan beragam desain ditampilkan. Selain menarik secara visual, pakaian berbahan viscose rayon juga terasa sejuk saat dikenakan.

Komitmen perusahaan Sukanto Tanoto dalam menjalankan praktek industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan juga ditunjukkan dalam operasional produksinya. Sateri dan Asia Pacific Rayon (APR) hanya menggunakan bahan baku dari sumber-sumber terbarukan. Selain itu, proses produksinya juga dijalankan dengan mengedepankan efisiensi.

Kedua unit bisnis Sukanto Tanoto tersebut juga menetapkan target zero waste secara ketat. Misalnya saja terkait dengan pemanfaatan air dan bahan kimia. Demi mengurangi produksi limbah, Sateri dan APR menerapkan sistem daur ulang dan menjaga emisi gasnya agar selalu berada di bawah batas yang ditentukan oleh pembuat kebijakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *