4 Tes Alergi Anak yang Bisa Anda Lakukan

Alergi merupakan salah satu jenis reflex yang timbul dari tubuh setelah terpapar allergen atau bahan yang bisa memicu alergi. Saat ini coba perhatikan tubuh anak, apakah kulitnya tiba-tiba gatal, mengelupas, dan berwarna kemerahan? Apakah setelah diobati gejalanya masih timbul dan muncul lagi? Jika kejadian seperti itu terjadi pada anak, maka Anda harus curiga, jangan-jangan anak memiliki alergi terhadap sesuatu seperti udara, makanan yang dikonsumsi ataupun susu.

Lalu bagaimana mengetahui bahwa anak benar-benar menderita alergi atau tidak? Tidak perlu khawatir. Saat ini ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengetes alergi pada anak. Pengetesan alergi perlu dilakukan untuk mengetahui bahan alergen apa yang dapat memicu alergi pada anak.
Ketika akan melakukan pengetesan alergi, maka hal pertama yang akan diperiksa yaitu kadar imugoblin E spesifik yang dapat menimbulkan alergi jika terpicu dengan bahan-bahan tertentu. Jika nilai kadar imuglobin lebih dari batas normal maka anak akan dinyatakan positif menderita alergi. Sebagai informasi, berdasarkan sumber Cek Alergi, ini dia beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengetes alergi pada anak

1. Patch Test (Tes Tempel)

Cara pengetesan ini dilakukan untuk mengetahui jenis alergi yang disebabkan kontak berbagai bahan kimia. Alergi ini biasanya akan menyebabkan berbagai kasus penyakit seperti eksim atau dermatitis. Patch tes dilakukan pada bagian kulit punggung anak dengan menempelkan bahan-bahan kimia yang sudah ditempatkan pada bahan khusus ke punggung anak.
Pengetesan alergi ini dilakukan selama 48 jam. Selama waktu itu, anak tidak boleh terlalu aktif bergerak. Pengecekan alergi akan bernilai positif jika kulit punggung anak memberikan reaksi seperti bercak kemerahan.

2. Test RAST (Radio Allergo Sorbent Test)

Tes ini digunakan untuk mengetahui reaksi alergi anak terhadap udara ataupun makanan. Berbeda dengan tes tempel yang menggunakan bahan kimia, pada test RAST pengecekan alergi dilakukan dengan mengambil sampel serum darah pada anak sebanyak 2 cc. Serum darah tersebut kemudian akan dibaca melalui mesin komputer. Hasil tes akan diketahui setelah 4 jam pemeriksaan.

3. Test Eliminasi Makanan

Tes ini ditujukan untukmengetahui bahan penyebab alergi anak terutama terhadap bahan makanan. Proses pengecekan alergi ini dilakukan dengan mendiagnosis riwayat penyakit anak terlebih dahulu. Setelah itu pemeriksaan lebih cermat akan dilakukan dengan mengecek riwayat penyakit keluarga, serta tanda dan gejala alergi makanan yang telah ditunjukkan sejak kecil.
Cara mengecek alergi anak dengan metode eliminiasi makanan dilakukan dengan melakukan eliminasi pada makanan yang diduga menjadi penyebab alergi selama 2-3 minggu. Setiap 1 minggu akan dilakukan pencatatan apakah terjadi reaksi alergi setelah makanan tersebut dieliminasi.

4. Skin Prick Test (SPT)

Tes ini dilakukan untuk memeriksa apakah anak memiliki alergi terhadap beberapa bahan allergen seperti makanan ataupun udara. Untuk bisa menjalani tes alergi ini, maka usia anak minimal harus mencapai 3 tahun. Pengetesan alergi dilakukan dengan menggunakan jarum khusus yang disuntikkan di bagian bawah lengan anak. Hasil tes ini juga tergolong cepat karena bisa diketahui sekitar 15-20 menit saja.

Untuk mengetahui jenis alergi, Anda bisa memilih cara yang paling sesuai. Alergi susu merupakan salah satu jenis alergi yang biasa terjadi pada anak. Jika anak Anda mengalami alergi terhadap susu sapi, maka Morinaga Chil Soya bisa menjadi pilihan karena menggunakan susu kedelai yang tentunya aman bagi anak yang menderita alergi terhadap susu sapi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *